Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2008

TOKOH PEMBAHARUAN ISLAM MUHAMMAD IQBAL Oleh Khusnul Huda

Beliau dilahirkan di Sialkot Punjab tahun 1873.
Iqbal belajar di Murray college Sailkot dan Government college di Lahore kemudian mengajar di Oriental college dan Universitas Punjab. Guru Iqbal yang banyak mempengaruhinya dalam hal agama adalah Mir Hasan, sedangkan yang mengajarkan filsafat adalah Sir Thomas Arnold dan dia pula yang memotivasi Iqbal untuk belajar di Universitas Cambridge Inggris selanjutnya ke Jerman untuk menempuh gelar doktor di Universitas Munchen.
Iqbal sejak muda telah bergelut dengan syair ditambah lagi dengan kedalaman agama dan filsafat serta hukum menjadikannya seorang pujangga,filosof,ulama,juga seorang reformer. Dia juga seorang politikus yang membidani lahirnya Negara Pakistan.
Karyanya ditulis dalam berbagai bahasa yaitu bahasa Persia, Urdu dan Inggris. Karyanya yang terkenal adalah The Recontruction of Religious Tought in Islam.
Pandangannya tentang kemunduran islam adalah karena kebekuan dalam pemikiran serta pengaruh kehidupan zuhud dari ajaran tasawu…

SISTEM POLITIK ISLAM Oleh Khusnul Huda

Banyak sekali karya-karya ilmiah yang membahas tentang sistem politik Islam, semisal Imam Ghozali, al-Mawardi, Muhammad Yusuf Musa, Ahmad Syalabi, Al-Maududi, Ali Abdur Raziq, Husein Haikal dll. Dari pembahasan yang mereka paparkan tampaknya tiada kesepakatan tentang bagaimana sebetulnya sistem politik Islam, bahkan dari berbagai pandangan mereka dapat diklasifikasikan menjadi tiga aliran, yaitu :
1. Al-Maududi, Sayid Qutub, Rasyid Ridla berpandangan bahwa agama Islam agama yang lengkap termasuk memuat sistim ketatanegaraan, dan sistem itu telah dipraktekkan oleh Nabi saw dan Khulafaur Rasyidin.
2. Ali Abdur Raziq dan Thaha Husein berpendapat bahwa Islam hanyalah agama yang mengajak manusia kembali ke kehidupan mulia yang menjunjung moral dan etika mulia dan Nabi saw tidak pernah bermaksud mendirikan suatu negara.
3. Husein Haikal berpandangan bahwa Islam tidak memiliki sistim ketatanegaraan, tetapi dalam islam terdapat seperangkat nilai etika bagi kehidupan bernegara.